Ditemukan! Laba-laba Beracun Sebesar Wajah Manusia di Srilanka

 
Baru-baru ini ditemukan laba-laba jumbo atau tarantula yang berbisa jenis baru di Sri Lanka. Sebuah spesies serangga baru itu berukuran sekitar 25 cm atau sebesar wajah manusia dewasa.

"Tarantula itu memiliki panjang kaki 20 cm, dengan corak khas berwarna kuning pada kaki dan merah muda di sekitar tubuh mereka," kata seorang ilmuwan seperti ditulis News.com.au Kamis (4/4/2013).

Para ilmuwan dari Pendidikan Keanekaragaman Hayati dan Penelitian (BER) organisasi Sri Lanka itu menemukan serangga melata berbulu tersebut di sebuah bangunan rumah sakit, tempat markas dokter saat perang di bagian utara Mankulam Sri Lanka.

Arakhnida --bahasa latinnya tarantula-- itu pun diberi nama Poecilotheria Rajae. Nama itu diberikan untuk menghormati Michael Rajakumar Purajah, seorang pejabat senior polisi yang memimpin tim penelitian melalui hutan yang berbahaya.

Ilmuwan tersebut juga mengatakan, hewan yang hidup berkelompok itu sepertinya memiiki hubungan dengan jenis laba-laba Amerika Selatan pemakan burung yang diklaim sebagai laba-laba terbesar didunia. Spesies itu pertama kali terlihat pada Oktober 2009.

Per 1 April, Tarif KA Ekonomi Banyuwangi – Malang Naik

 

Tarif Kereta Api  ekonomi Tawangalun jurusan Banyuwangi – Malang, per 1 April kemarin mengalami kenaikan. Kenaikan harga dari Rp. 18 ribu menjadi Rp. 50 ribu  tersebut resmi diberlakukan sejalan dengan penambahan fasilitas pelayanan berupa penambahan AC di salah satu  moda transportasi darat tersebut. Hal itu disampaikan oleh Gatot Sutiatmoko, Humas PT KAI Daop IX Jember.
“Tarif yang sebelumnya Rp.18 ribu mengalami penyesuaian sebesar Rp.50 ribu. Itu adalah tarif  promosi yang akan kami berlakukan hingga 1 Juni 2013,”ujar Gatot. Selanjutnya PT KAI akan menggunakan  penyesuaian tarif batas atas dan batas  bawah untuk KA jurusan Banyuwangi – Malang tersebut yang diberlakukan pada hari Sabtu dan Minggu serta hari  libur nasional. Untuk tarif batas atas, jelas Gatot, sebesar Rp. 150 ribu dan tarif batas bawah Rp. 60 ribu.
Meski tarifnya berubah, Gatot menghimbau agar warga yang biasa menggunakan KA tidak khawatir.   “Kami menjamin kenaikan tarif KA ekonomi jurusan Banyuwangi – Malang ini berimbang dengan layanan memuaskan yang kami berikan. Karena itu warga tidak perlu khawatir,” pungkas Gatot.

Perubahan Arus Lalu Lintas Baru di Kota Banyuwangi



“Seru,  jalurnya sangar. Memang agak janggal, mungkin karena belum terbiasa. Tapi asyik juga ada suasana baru di Banyuwangi,” komentar Rina Sanjaya, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di daerah Penataban, ketika ditanya pendapatnya soal perubahan arus lalu lintas yang baru. Setiap pagi Rina memang terbiasa bolak-balik ke rumah ibunya yang berada di kawasan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi. Rina mengaku sudah mengetahui informasi perubahan jalur baru tersebut dari edaran resmi Dinas Perhubungan.
Lain Rina lain pula komentar  Kisma Dona. Pria yang juga Humas Komunitas Pecinta Sejarah Banyuwangi (Koseba) tersebut serasa bernostalgia menyusuri jalur baru tersebut. “Waktu saya masih kecil, jalur yang dilalui sama persis dengan jalur yang dilalui sekarang. Bedanya, dulu jalan itu dibuka untuk 2 arah, kalau sekarang kan satu arah.Mungkin karena dulu kendaraan yang ada,  jumlahnya tidak sebanyak sekarang,”ujar pria berusia 36 tahun ini.
Namun  di awal pengalihan arus, tepat pukul 09.30 WIB, sempat terjadi kemacetan total selama 30 menit di dua titik, yakni di Jalan DI Pandjaitan dan Jalan Pierre Tendean. Hal itu dapat dimaklumi sebab dua jalur tersebut berbeda arah dengan jalur yang baru dan merupakan jalur perlintasan dari berbagai arah. Tapi beberapa saat kemudian jalur sudah kembali mengalir lancar.
Menyusuri jalur baru yang resmi diberlakukan 3 April kemarin, yang terlihat dari pengguna jalan adalah ekspresi yang beragam. Ada yang senang karena merasa seperti berada di kota lain, ada yang bingung, dan ada yang penasaran. Namun mereka mengaku cukup senang dengan hal baru tersebut. Seperti rombongan anak – anak SMP yang sengaja berombongan menyusuri jalanan tersebut dengan bersepeda pancal. Mereka terlihat tertawa-tawa berkendara di sepanjang jalan baru.
Pemandangan lain yang tampak adalah di setiap titik perempatan, perliman atau titik-titik yang rawan seperti perempatan pasar dekat Gedung Juang 45 dan perempatan pasar sisi utara terlihat dijaga oleh polisi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan. Selama masa uji coba (1 minggu), aparat keamanan akan terus menjaga rute baru tersebut, mulai pagi hingga pukul 20.30 WIB.Sementara itu di setiap tiang lampu lalu lintas yang berdiri di jalur rute baru juga dipasangi papan penunjuk arah, agar pengguna jalan tidak sampai tersasar atau salah berbelok.

SMP Katolik St. Agustinus Purwoharjo

 http://smpk-agustinusbwi.sch.id/images/galeri/gb51.jpg

Atas swadaya umat ( Masyarakat buruh tani ) didirikan sekolah dengan fasilitas yang sangat sederhana, berdinding anyaman bambu dan berlantai tanah pada tahun 1962 di sebuah desa di tepi hutan jati di desa Glagahagung (sekarang menjadi desa Karetan) kecamatan Purwoharjo Banyuwangi selatan, dikelola oleh yayasan Karmel. Seiring semakin banyak peminatnya, biaya operasional semakin meningkat, sedangkan siswanya kebanyakan dari keluarga tidak mampu, akhirnya Yayasan Karmel tidak mampu lagi mengelola dan menyerahkan kembali kepada Paroki.

”Sekolah ini sudah terlanjur didirikan, banyak orang kecil menaruh harapan pada sekolah ini, Tuhan pasti membuka jalan kepada kita,” kata Rm. H. Demmer O,Carm (romo paroki pada saat itu). Dan secara cepat pihak paroki mendirikan ”Yayasan Yos Sudarso” untuk mengelola sekolah ini sambil terus diupayakan Yayasan Pendidikan Katolik yang bersedia mengelola sekolah miskin ini.

Pada tahun pelajaran 1981/1982 SMPK Santo Agustinus mulai tergabung sebagai bagian dari Yayasan Karya Sang Timur sampai dengan saat ini.

DAFTAR NAMA KEPALA SEKOLAH SMPK St. AGUSTINUS PURWOHARJO

NO
NAMA
PERIODE
LAMA JABATAN
1
B.M. Suherman
Th 1981 s/d th 1982
1 tahun
2
Sr. Antonia, PIJ. (Alm)
Th 1982 s/d th 1986
4 tahun
3
Sr. Regina, PIJ. (Alm)
Th 1986 s/d th 1987
1 tahun
4
Sr. Yosefa, PIJ.
Th 1987 s/d th 1989
2 tahun
5
Sr. Antonia, PIJ. (Alm)
Th 1989 s/d th 1993
4 tahun
6
Sr. Alfonsa. PIJ.
Th 1993 s/d th 1995
2 tahun
7
Sr. Alexia, PIJ.
Th 1996 s/d th 1999
3 tahun
8
Sr. Immaculata, PIJ.
Th 1999 s/d th 2003
4 tahun
9
Sr. Natalia, PIJ.
Th 2004 s/d th 2005
1 tahun
10
Sr. Yosefina, PIJ.
Th 2005 s/d th 2006
1 tahun
11
YSI. Widodo
Th 2006 s/d sekarang

Pantai Grajagan

http://www.indonesia.travel/public/media/images/upload/poi/Grajagan%201.jpg

Sebuah pantai indah di selatan Banyuwangi, berderet bersama Pantai Plengkung, Pulau Merah, dan Pesanggaran. Meski tidak seterkenal Plengkung dan Pulau Merah, namun Pantai Grajagan sejak lima tahun terakhir mulai dilirik peselancar dunia.
Grajagan terletak sekitar 52 km ke arah selatan dari Kota Banyuwangi. Posisi pantainya strategis menjadi pintu gerbang menuju ke Pantai Plengkung. Grajagan berada di kawasan seluas 314 hektar di hutan KPH Banyuwangi Selatan, terletak di desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi.
Pantainya luas diselimuti oleh pasir hitam, memiliki gua dan bukit yang sangat indah. Ketika Anda berada di sana maka akan melihat hamparan pantai dan bukit yang menjulang tinggi di tepi pantai. Menikmati suasana pantai dengan deburan ombak laut lepas dari atas shelter dan 3 gua peninggalan tentara Jepang pada masa Perang Dunia II.
Anda juga dapat menyaksikan langsung aktifitas nelayan di pagi hari saat berangkat mencari ikan dan menurunkan ikan hasil tangkapannya. Belilah beberapa jenis ikan laut hasil tangkapan nelayan atau mengapa tidak memancingnya secara langsung.

Untuk menuju Pantai Grajagan sangat mudah, jalannya sudah beraspal dan dapat ditempuh menggunakan mobil pribadi, sewaan, atau kendaraan umum. Diperlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari kota Banyuwangi. Lokasinya bisa dijangkau menggunakan kendaraan roda empat, bahkan bus besar.
Jika Anda menggunakan kendaraan umum dari arah Kota Banyuwangi maka dapat naik bus jurusan Jember atau sebaliknya, dan turun di Benculuk, dari Benculuk perjalanan dilanjutkan naik angkutan pedesaan sekitar 12 km menuju Pantai Grajagan

Pantai Plengkung / G-Land

 banyuwangi

Pantai Plengkung atau biasa di sebut dengan G-Land, adalah salah satu pantai di Banyuwangi dan telah populer di kenal sebagai "The Seven Giant Waves Wonder"yang diberikan oleh seorang peselancar dunia atas gulungan ombaknya yang memukau.
Pantai ini terletak sebagai bagian dari Taman Nasional Alas Purwo dan ombak di pantai ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia, dengan ombak setinggi 4-6 meter sepanjang 2Km dalam formasi 7 gelombang bersusun. Untuk itu, tidak salah bahwa pantai Plengkung merupakan surga bagi para peselancar profesional dunia yang ingin menaklukkan desiran ombak G-Land ini.
Selain di Plengkung, hanya di Hawaii, Australia, dan Afrika Selatan saja yang memiliki ombak dasyat seperti itu. Ombak di Plengkung adalah nomor dua setelah Hawaii dan yang memiliki ombak terus menerus sepanjang tahun. Puncak ombak di Plengkung hanya ada di bulan-bulan tertentu antara April hingga Agustus. Oleh karena itu tidaklah mengherankan Plengkung sudah lima kali menjadi ajang surfing internasional.
Nama G-Land mengindikasikan dari kata Grajagan, yaitu nama dari sebuah teluk. G-land atau Pantai Plengkung ini dikelilingi oleh hutan tropis yang masih alami dan indah, sehingga menawarkan satu paket komplit untuk berwisata dan berolah raga.

Tari Gandrung Banyuwangi

banyuwangi

Tari Gandrung, atau biasa disebut saja dengan Gandrung Banyuwangi adalah salah satu tarian tradisional Indonesia yang berasal dari Banyuwangi. Oleh karena tarian ini pulalah, Banyuwangi juga di juluki sebagai Kota Gandrung, dan terdapat beberapa patung penari gandrung di setiap sudut kota.
Menurut asal muasalnya, tarian ini berkisah tentang terpesonanya masyarakan Blambangan kepada Dewi padi, Dewi Sri yang membawa kesejahteraan bagi rakyat.
Tarian ini di bawakan sebagai ucapan syukur masyarakan pasca panen dan dibawakan dengan iringan instrumen tradisional khas Jawa dan Bali. Tarian ini di bawakan oleh sepasang penari, yaitu penari perempuan sebagai penari utama atau penari gandrung, dan laki-laki yang biasa langsung di ajak menari, biasa disebut sebagai paju.


Sumber :  http://www.eastjava.com